103 203 123
Address

Mengintip Prasasti Di Masjid Menara Kudus

Masjid Menara Kudus sekarang berdiri di atas lahan seluas 7,505 meter persegi. Menara ini tidak terlibat dalam renovasi masjid sekitar abad ke-20 atau pada tahun 1918.

Meski bangunannya unik dan penuh nilai sejarah, tata ruang di sekitar masjid terlihat semrawut. Menara Kudus, dikutip di halaman resmi Provinsi Jawa Tengah, dibangun oleh Sunan Kudus dengan setumpuk bahan batu merah.

Mengintip Prasasti Di Masjid Menara Kudus

Selain membangun Menara Kudus, anggota Wali Songo yang bernama asli Ja’far Sadiq juga membangun Masjid Menara Kudus yang terletak di kompleks.

Di belakang Masjid Menara Kudus adalah sebuah makam yang memenuhi halaman belakang masjid, dengan makam utama, makam Sunan Kudus, sebelah barat masjid.

Baca Juga: Destinasi Lengkap Wisata Religi Ke Palembang

Makam ini tidak pernah sepi, bahkan banyak peziarah yang datang ke makam Sunan Kudus setiap hari untuk berdoa bagi pelindung Tuhan.

Seperti Walisongo lainnya, Sunan Kudus menggunakan pendekatan budaya untuk berkhotbah.

Dia mengadaptasi ajaran Islam dan menjadikannya asli bagi masyarakat yang sudah memiliki budaya yang mapan di bawah pengaruh Hindu dan Budha. Akulturasi budaya Hindu dan Budha dalam propaganda Islam oleh Sunan Kudus dapat dengan jelas terlihat dalam arsitektur dan konsep bangunan Masjid Menara Kudus.

Dengan mendirikan Menara Menara Kudusi, Sunan sangat tertarik untuk menyebarkan Islam melalui pendekatan budaya.

Dan bahkan sekarang di wilayah Kudus, khususnya Kudus Kulon, menyembelih sapi sampai sekarang dilarang untuk menghormati Hindu. Pendirian Masjid Menara Kudus tidak terlepas dari peran Sunan Kudus sebagai penggagas dan pendiri.

[Murianews-Anggara Jiwandhana] Petugas Hubungan Masyarakat Yayasan Masjid dan makam Sunan Kudus Denny Nur Hakim lebih suka menyebut tanda itu sebagai prasasti.

Penghargaan lain memanifestasikan dirinya dalam bentuk menara masjid bergaya Hindu. Menurut sejarah, Masjid Suci dibangun oleh Sunan Kudus pada tahun 956 H. Ini dapat dilihat dari batu tulis di Imperminasi masjid, yang ditulis dan dibentuk dalam bahasa Arab, yang sulit dibaca karena banyak surat telah rusak. Batu itu terlindung dan ukuran perisai itu 46 cm, lebar 30 cm.

Kaki dan tubuh menara dibangun dan diukir dengan tradisi Jawa-Hindu, termasuk motifnya. Fitur lainnya adalah penggunaan bahan bata yang dipasang tanpa perekat semen.

Di Kudus, Jafar Sodiq menyebarkan Islam dengan bijak untuk mendapatkan simpati dari mereka yang masih Hindu pada waktu itu. Masjid Al Aqsa lebih dikenal sebagai Masjid Menara Kudus karena bentuk menara yang unik.

Staf Dokumentasi dan Sejarah Denny Nur Hakim Menara Masjid dan Makam Yayasan Sunan Kudus (YM3SK) mengatakan ada empat poin kunci dari prasasti tersebut.

Pendirian Masjid Menara Kudus di sisi selatan Masjid Suci tidak terlepas dari peran Sunan Kudus sebagai penggagas dan pendiri masjid. Salah satu Walisongo menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya untuk berkhotbah.

Dalam khotbah, Sunan Kudus lebih menekankan pada kearifan lokal dengan menghargai budaya lokal dan berusaha beradaptasi dengan masa kejayaan Buddha Hindu.

Karakteristik ini adalah keunikan Masjid Menara Kudus. Menara ini memiliki struktur bata merah yang terlihat seperti bangunan candi khas di Jawa Timur. Beberapa bahkan menyebut menara ini mirip dengan Bale Kulkul atau bangunan penyimpanan Kentongan di Bali.

Perayaan Masjid Al-Aqsa hadir untuk mengkonfirmasi kebijaksanaan Menara Suci untuk perdamaian multi-etnis, multi-agama dengan kebijaksanaan masing-masing.

Sementara itu, dikutip dari halaman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, menara di sisi timur masjid menggunakan arsitektur mirip Hindu Majapahit.

Itu dianggap terkait erat dengan akulturasi budaya ketika masjid dibangun. Di sekitarnya dihiasi dengan gambar-gambar seperti masjid, orang-orang dengan unta, bunga, dan pohon kurma.

Perayaan Ta’sis (pendirian) Masjid Al Aqsa Menara Suci secara resmi dibuka tahun ini. Sebagai tanda dimulainya kegiatan ini, 485 merpati dibebaskan kemarin di panggung utama di timur Menara Suci. Sebelum terbang bebas, ratusan merpati ini berbalik di atas Menara Suci.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *