103 203 123
Address

Destinasi Wisata Religi Ke Palembang

Masjid Agung Palembang

Masjid Agung Palembang mengandung kenangan yang tak terlupakan sepanjang masa dan dengan pengalaman ini, kubah masjid belum dibangun sejauh ini, karena ingin mempertahankan tradisi itu.

Masjid ini juga menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Palembang dalam pertempuran lima hari melawan Belanda di pusat kota. Keesokan harinya, Belanda menarik diri dengan kekuatan penuh ke pusat komando Republik Indonesia di Masjid Agung Palembang.

Destinasi Wisata Religi Ke Palembang

Masjid Agung Palembang adalah bagian dari peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam dan merupakan salah satu masjid tertua di Palembang.

Bentuk Masjid Lawang Kidul hampir sama dengan bentuk Masjid Agung Palembang, tetapi dengan ukuran lebih kecil. Jual Kubah Masjid Di Palembang

Keunikan dapat ditemukan di menara Masjid Lawang Kidul, yang telah mempertahankan bentuknya yang unik sejauh ini. Bentuk atap dalam bentuk empat piramida persegi panjang tumpang tindih dua tingkat. Di atap, ia memiliki tanduk yang hampir sama di atap Masjid Agung Palembang, yang mengambil bentuk Masjid Hunan di Cina.

Tapi itu juga salah satu masjid yang membanggakan, tidak hanya warga Palembang, tetapi juga penduduk provinsi Sumatera Selatan.

Masjid Sultan Agung

Dibangun pada tahun 1950, Masjid Sultan Agung dikenal sebagai masjid tertua kelima di Palembang. Masjid, yang menempati area seluas sekitar 1.500 meter persegi, dibangun oleh Penatua Ki Abunawar dan penduduk setempat menggunakan dana swadaya.

Di area masjid adalah makam Sultan Agung Komarudin Sri Teruno, sultan Palembang yang bertugas pada tahun 1714 – 1724. Kondisi makam itu terbilang rapi dan bersih karena para administrator melakukan perawatan rutin. Karena pengunjung masjid itu sebenarnya baik di kalangan warga Palembang, maupun wisatawan di luar daerah dan luar negeri.

Selain objek wisata ini, Masjid Sultan Agung juga sering melakukan berbagai kegiatan keagamaan seperti pembacaan rutin, dakwah Islam atau tablig akbar, sholat kota, berbagai acara liburan Islam, mendirikan pusat pembelajaran masyarakat, TPA dan madrasah. Jika Anda tertarik berkunjung, Anda bisa langsung datang ke Jalan Sultan Agung, 1 Ilir, Ilir Tim. II

Masjid Suro

Di Kelurahan 30 Ilir, Kabupaten Ilir Barat II, Anda akan menemukan masjid tertua lainnya di Palembang, Masjid Suro atau sekarang dikenal sebagai Masjid Agung Al-Mahmudiyah. Meski berusia lebih dari seabad, Masjid Suro masih memiliki bangunan yang kokoh.

Masjid ini pertama kali didirikan pada tahun 1889 M oleh KH Abdurrahman Delamat dan tidak selesai sampai tahun 1891 Masehi. Selain melakukan ibadah, Masjid Suro juga digunakan sebagai lembaga pendidikan karena masyarakatnya sangat tertarik untuk mempelajari agama.

Ketika mereka melihat ini, penjajah Belanda takut bahwa kegiatan keagamaan akan menjadi upaya perlawanan.

Akhirnya, pemerintah Belanda menghentikan kegiatan itu. Namun, Kiai Delamat tetap bersikeras untuk menyampaikan pesannya kepada masyarakat setempat. Ini memerintahkan Kiai Delamat untuk meninggalkan kota Palembang karena dianggap berbahaya bagi pemerintah Belanda.

Kiai Delamat lalu pindah ke Dusun Sarika dan sampai akhir hayat beliau tinggal di sana sampai dia meninggal. Anda dapat mengunjungi makam itu sendiri di area Masjid Suro.

Sejak meninggalkan Kiai Delamat, kegiatan di Masjid Suro telah secara drastis dikurangi menjadi pembongkaran pemerintah Belanda. Ini juga diikuti oleh larangan ibadah di sana.

Setelah kejadian itu, Masjid Suro kembali ketika manajemen diserahkan kepada Kiai Khotib. Setelah kematiannya pada tahun 1919 M, para pemimpin agama dan orang-orang lokal membentuk penatalayanan baru. Sejak 1920, Masjid Suro akhirnya dipulihkan sedikit demi sedikit.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *